Pages

5 Pesantren Terbaik di Indonesia

Sangat sulit untuk mengerucutkan pondok pesantren menjadi lima yang terbaik. Namun demikian apa yang menjadi landasan kami adalah beragam faktor keunikan, dan juga keunggulan yang tidak dimiliki oleh pondok-pondok lainnya, atau setidaknya pondok tersebut merupakan pelopor dari sistem-sistem pesantren yang berkembang di Indonesia untuk saat ini.

1. Ponpes SIDOGIRI Pasuruan

Ponpes ini menempati urutan pertama yang terbaik dengan beberapa alasan utama. Salah satunya adalah pengaruhnya dalam pendidikan bermodel pesantren di Indonesia. Ia merupakan pesantren yang tertua (1718), bukan hanya itu, tapi ponpes ini bukan hanya tetap eksis, tapi terus berusaha untuk maju dan berkembang hingga sekarang. Ponpes SIDOGIRI juga salah satu pondok yang sangat berani tetap mempertahankan pendidikan salaf atau dengan kata lain murni untuk mengkaji ilmu agama dan faktanya pondok ini mampu mempertahankan santri hingga puluhan ribu (Putra dan Putri), padahal umumnya pondok pesantren sudah mulai goyah dengan pola seperti ini dan lebih sering mencampur dengan pendidikan umum.

Yang patut diperhitungkan dari pesantren ini adalah keberhasilannya dalam membentuk sebuah kemandirian finansial berkat berbagai usaha bisnisnya yang sangat sukses, terutama dalam lembaga keuangan bernama BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) yang memiliki banyak cabang, bahkan memiliki website tersendiri (http://bmtugtsidogiri.co.id/kantor-pelayanan.html). Ponpes ini juga memiliki banyak waralaba dan banyak usaha lainnya.
Tidak sampai di sini, ia juga memiliki ma’had ali, setingkat universitas yang bernama tarbiyatul Mu’allimin. Apalagi dengan pengiriman guru ke berbagai penjuru nusantara menjadikan jaringan alumninya sangatkuat.

2. Ponpes Langitan

Ponpes Langitan termasuk salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia. Berdiri pada tahun 1852 di daerah Tuban Jawa Timur. Pondok ini sangat berpengaruh terutama di kawasan Surabaya ke barat, seperti Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Cepu, dll. Pondok ini patut diberikan respek mengingat kemampuannya untuk eksis dan berkembang dengan pendidikan yang murni salaf.

Namun yang menjadikan Langitan sebagai ponpes terbaik adalah kualitas alumninya yang menunjukkan kiprah dan peran luar biasa di kancah pondok pesantren, dan peta da’wah nasional. Dari yang berawal hanya surai kecil, pondok ini selanjutnya melahirkan tokoh-tokoh besar dan menjadi pengasuh pondok pesantren. Seperti KH. Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy’ari (Tebu Ireng), KH. Syamsul Arifin, dan lain-lain. Boleh dikatakan pondok ini merupakan sesepuh pondok pesantren salaf. Figur kharismatik salah satu pengasuhnya yaitu KH Abdullah Faqih di kancah politik nasional juga menambah dikenalnya nama pesantren ini.

3. Pondok Modern GONTOR

Yang satu ini pantas menjadi terbaik karena merupakan inovator dan pelopor sistem pendidikan pondok pesantren modern yang diilhami antara lain oleh sistem pendidikan di Aligarh Muslim University, Syanggit, Santiniketan, dan Al Azhar. Pondok ini mampu meramu hingga menemukan sebuah sistem pendidikan modern dengan kurikulum tersendiri dan menjadikannya sebagai rujukan pondok pesantren modern di Indonesia.

Ciri khas pondok Gontor adalah penerapan kedisiplinan yang tinggi, kemampuan untuk berbahasa Arab dan Inggris dengan menjadikannya sebagai bahasa sehari-hari, kerapian berpakaian seperti masyarakat perkotaan membuat pondok ini banyak membuka mata batin masyarakat perkotaan yang dulunya enggan untuk mondok di pesantren.

Secara keseluruhan, sistem yang diterapkan Pondok Modern Gontor berjalan dengan sangat sukses. Dan setiap kesukesan selalu menciptakan tren baru. Saat ini banyak pesantren yang menyebut dirinya "modern" memfoto-copy apa yang dilakukan Gontor dengan beberapa modifikasi. Contoh seperti pondok Darun Najah Jakarta, Darul Qalam Banten, dan beragam pondok modern yang ada di Indonesia.

4. Pondok Pesantren AL-KHAIRAAT PALU

Yang satu ini adalah pondok pesantren terpopuler dan paling berpengaruh di luar Jawa, khususnya di Sulawesi dan Indonesia timur. Yang menjadikan pondok ini masuk kategori terbaik adalah peran habaib di dalamnya. Dalam arti pondok ini merupakan pesantren besar yang didirikan dan diasuh oleh seorang habaib. Yang lebih membuat pondok ini masuk jajaran terbaik tentu saja banyaknya santri dan cabang yang dimiliki. Bayangkan saja, staff pengajarnya berjumlah 7.000, dan unit pendidikannya berjumlah 1.400.
Ponpes ini boleh dikatakan sebagai salah satu pondok terbesar yang memasukkan beragam pelajaran kesenian dalam kurikulumnya. Pelajaran nasyid, samrah atau jepeng oleh pengurus Pondok Pesantren Al Khairat, Palu, Donggala, Sulawesi Tengah, dijadikan penyeimbang pelajaran agama dan umum. Tak heran alumninya menduduki beragam posisi penting dan menjadi da'i handal di kawasan Indonesia Timur.

Bila anda ingin menikmati keindahan jepeng --tarian ala Timur Tengah-- cukup datang ke Pesantren Al-Khairaat. Terutama di Bulan Syawal. Sebab, pada bulan itulah biasanya Al-Khairaat menggelar bulan kesenian. Ada lomba membaca syair, nasyid, juga jepeng.

Dengan kesabaran dan kegigihan seperti itulah, Al-Khairaat yang kini memiliki sekitar 210 ribu santri dan mahasiswa, sukses membangun basis pengembangan di Sulawesi, Maluku, Papua, Halmahera, dan pulau Bunyu di Kalimantan Timur. Bahkan sekarang Al-Khairaat telah memiliki basis pengembangan di Condet, DKI Jakarta.

5. Pondok Pesantren NURUL JADID Paiton Probolinggo

Untuk pondok yang satu ini sebenarnya lebih berdasarkan kelengkapan pendidikan yang dimiliki. Jika pada umumnya pondok pesantren fokus di salah satu bidang, atau tingkat saja, namun untuk Nurul Jadid memiliki tingkatan keragaman pendidikan yang sangat lengkap. Oleh sebab itu kami masukkan menjadi salah satu pondok pesantren terbaik di Indonesia.

Pesantren ini memiliki lembaga pendidikan dari yang paling bawah seperti TK, SLTP (MTS, SMP), SLTA (SMA, MA, SMK) sampai perguruan tinggi dengan berbagai jurusan baik agama (STAINJ) maupun sains seperti teknologi informasi (STT Nurul Jadid) dan kesehatan (STIKES).

Selain itu, madrasah diniyah, ma'had aly dan tahfidz Al-Quran juga tersedia di pesantren ini sehingga tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak mengirimkan putranya ke pesantren dengan alasan ketiadaan jurusan yang dicari. Lebih detail.

Dari beragam sumber

22 komentar

yahya.cuyy 24 February 2014 at 15:29

mau nanya ,.. terbaik disini penilaiannya dari segi mana yaa ??? apakah dari besarnyannpondoknya, banyak santrinya, atau apa, kok jdi 5 pesantren ini yg di pilih ..
terima kasih ,,

agen cinta 25 February 2014 at 14:09

Ada 3. Pertama pentingnya kedudukan pondok-pondok ini di banding yang lain. kedua, Keunggulan yang hanya dimiliki oleh pondok pesantren tersebut dibanding yang lain. ketiga, Pondok tersebut menjadi inspirasi bagi pondok lain di Indonesia

hairul umam 7 April 2014 at 10:48

Wah tempatnya jauh sangat saya mau masuk ponpes yang pertama karna memperdalam ilmu agama saja biar ngak pusing tetapi santrinya banyak sekali bagaimana ya....?

Syamsuddin Ideris 30 April 2014 at 01:26

Assalamualaikum... Saya berkunjung dan belajar ttg bagaiman memajukan Pondok Pesantren supaya bisa semaju pondok ini. Doakan agar suatu saat pondok pesantren kami, Al Baladul Amin di Kalimantan Selatan (http://albaladulamin.sch.id ) bisa semaju pondok di sini. Amin.

Imam_Ambon 19 August 2014 at 17:53

Masih banyak pondok pesan yang bagus-bagus di Indonesia ini yang tidak kalah kwalitasnya dengan pondok-pondok yang telah disebutkan. Sebagai contoh Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat.
Ponpes ini juga menerapkan kurikulum terpadu antara kurikulum pondok dan diknas. Bahasa asing (inggris & Arab) sebagai bahasa sehari-hari. Sebaran alumni ke berbagai negara seperti arab saudi, mesir, yaman dsb. Untuk universitas di Indonesia UI, ITB, IPB, UGM, dll.
Saya adalah salah satu wali santri ponpes Husnul Khotimah asal Maluku. Selama 6 tahun terakhir ini kami telah kirim 50 santri dari maluku.

Sang Setia 8 March 2015 at 21:31

visit my blog too......
http://faizainurrazi.blogspot.com/2015/03/peradaban-pesantren-pernah-menguasai.html

maelajanee_p4$ 23 March 2015 at 18:59

sidogiri is the best...

Liehen Elboyani 2 April 2015 at 09:21

I'm proud of being santri of sidogiri

Umam Onggu 3 April 2015 at 17:21

Nurul Jadid pancen oye

Horie Holmes 4 April 2015 at 00:14

Gak nyangka PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo bisa terpilih. Hebaaaat

fathur rohman 4 April 2015 at 03:50

Al anwar sarang rembang asuhan kiai maimun zubair kok gak masuk knpa...

nazeemart 5 April 2015 at 01:49

Alhamdulillah.. Gontor untuk semua golongan..

Anam 5 April 2015 at 05:45

Senang nya dan bangga menjadi anak pesantren...

Zhoel V 5 April 2015 at 09:38

Jadi bangga pernah jadi santri ponpes nurul jadid paiton probolinggo

arief csix 5 April 2015 at 10:42

Nurul Jadid yg penuh dg ilmu.. semoga berkah.. Aminn

Rozan Muhammad 5 April 2015 at 11:52

Lirboyo koq g masuk katagori c

kim so hyun 15 April 2015 at 11:01

Lirboyo gak usah disebutkan orang2 juga udah pada tau, belum lagi tebu ireng, tambak beras, al falah ploso, petok yg terkenal sakti2, dan masih banyak lagi pondok2 di jawatimur yang semuanya terbaik

MTs. PLUS MADINATUL MUBTADI-IEN 21 April 2015 at 22:49

kim so hyum saya sepakat dengan jenengan jika bilang pondok yang masuk nominasi adalah pondok yang di jadikan inspirasi buat pondok yang lain coba tengok ke belakang kyai-kyai dulu ketika ingin mendirikan sebuah pondok sowan dulu ke Hadratus Syakh KH. Hasyim Asy'ary (Pondok tebu ireng), Lirboyo sebagai pondok yang masih intent dengan ke-Salaf-annya, tambak beras yang indentik dengan KH. Abdul Wahab Chasbullah (Penggerak NU) yang memotori iklim diskusi dan berorganisasi di kalangan santri..dll,,,hayo piye?,,,hehehe

Polinlop Divka 22 April 2015 at 21:52

Hmm... Nurul Jadid :D

Little Dastan 28 April 2015 at 19:22

Kim So Hyum dan MTs. Plus Madinatul Mubtadi-ien, coba cek biografi KH. Hasyim Asy'ary, salah satu tempat beliau belajar adalah pondok pesantren Langitan...

andika dika 10 May 2015 at 21:55

Nurul Jadid bagi saya, bukan hanya kelengkapan, pun juga sistem yg deterapkan ialah 'demokrasi'. Itulah yg menjadikan PP Nurul Jadid mampu berkembang pesat di usia muda. tanggal 17 Mei 2015 minggu depan Haul dan Harlah PP Nurul Jadid ke 66 tahun, semoga diberi kelancaran. Amin.

#salam budaya. :)

Syaiful Mustaqim 17 July 2015 at 10:02

Semoga pesantren tetap eksis sebagai soko guru pengembangan pendidikan karakter di Nusantara.

salam hangat
pengelola www.soearamoeria.com

Post a Comment